DIY – Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menghadiri peletakan batu pertama Mapolda Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Menurut Sigit, pembangunan ini mengedepankan empat konsep Smart City.
Pertama, kata Sigit, terkait data dan driven policing hub, yakni pusat kendali kepolisian yang menggunakan data dari berbagai sumber secara real-time untuk membantu mengambil keputusan yang cepat, tepat, dan berbasis fakta.
“Kedua, social listening and sentiment intelligence system, yaitu, sistem untuk memantau dan memahami opini serta perasaan masyarakat, terutama dari media sosial, agar polisi dapat merespons isu secara lebih cepat dan tepat,” kata Sigit dalam sambutannya di Mapolda DIY, Minggu (3/5/2026).
Kemudian, kata Sigit, Mapolda DIY bakal dilengkapi cyber security defense center. Adapun itu adalah, pusat perlindungan digital yang bertugas menjaga sistem dan data dari serangan siber, seperti peretasan, penipuan online, dan kejahatan digital lainnya.
Lalu yang terakhir, decision intelligence and knowledge system. Menurut Sigit, Mapolda DIY nantinya dipengkapi sistem yang mengolah data dan pengalaman menjadi pengetahuan.
“Sehingga membantu pimpinan dalam membuat keputusan yang lebih cerdas, akurat, dan berkelanjutan,” tutup Sigit.
Jakarta — Polda Metro Jaya menyiagakan posko pelayanan di RSUD Kota Bekasi untuk mendukung penanganan korban kecelakaan kereta api di Bekasi Timur, Rabu (29/4/2026).
Posko tersebut didirikan melalui jajaran Polsek Bekasi Selatan. Kehadiran polisi di lokasi untuk memastikan proses pelayanan medis terhadap korban berjalan aman, tertib, dan lancar.
Kapolres Metro Bekasi Kota Kombes Kusumo Wahyu Bintoro mengatakan, personel kepolisian disiagakan untuk membantu kelancaran pelayanan di rumah sakit.
“Kami memastikan seluruh proses penanganan korban berjalan optimal. Personel hadir untuk mendukung kelancaran pelayanan medis, sekaligus memberikan rasa aman bagi keluarga korban,” ujar Kusumo.
Sebanyak 22 korban saat ini masih menjalani perawatan di RSUD Kota Bekasi. Polisi turut membantu pengaturan situasi di area rumah sakit serta memfasilitasi kebutuhan keluarga korban.
Kombes Pol Kusumo menegaskan, posko tersebut bukan hanya untuk pengamanan, tetapi juga bagian dari pelayanan Polri kepada masyarakat dalam situasi darurat.
“Prinsipnya, kami hadir untuk melayani. Korban dan keluarga harus mendapatkan pendampingan yang baik, sementara situasi di rumah sakit tetap kami jaga agar kondusif,” tuturnya.
Jakarta — Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Asep Edi Suheri bersama Wakapolda Metro Jaya Brigjen Pol Dekananto Eko Purwono, Wali Kota Depok Dr. H. Supian Suri, dan Kapolres Metro Depok Kombes Abdul Waras melakukan peletakan batu pertama pembangunan Mako Polres Metro Depok di Jalan Margonda Raya, Kota Depok, Rabu (29/4/2026).
Kegiatan tersebut turut dihadiri pejabat utama Polda Metro Jaya, unsur Forkopimda, serta tokoh agama dan tokoh masyarakat Kota Depok.
Pembangunan Mako Polres Metro Depok ini menjadi langkah penguatan sarana dan prasarana kepolisian. Fasilitas baru tersebut diharapkan dapat mendukung pelayanan Polri yang lebih cepat, nyaman, dan optimal bagi masyarakat Kota Depok.
Pada kesempatan tersebut, Kapolda Metro Jaya menegaskan bahwa pembangunan Mako Polres Metro Depok bukan hanya soal pembangunan fisik, tetapi juga momentum untuk meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.
“Kantor kepolisian harus menjadi ruang pelayanan bagi masyarakat. Tempat yang aman untuk didatangi, membuat masyarakat merasa dihargai, serta menghadirkan Polri sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat,” ujar Kapolda di lokasi.
Ia juga mengingatkan jajaran Polres Metro Depok agar terus menjaga kepercayaan publik dengan bekerja secara profesional, humanis, dan bermanfaat bagi masyarakat.
“Jangan sakiti hati masyarakat dan jadilah polisi yang bermanfaat bagi masyarakat,” tegasnya.
Sementara itu, Wali Kota Depok Dr. H. Supian Suri menyampaikan apresiasi kepada jajaran Polri atas pengabdian dan kolaborasi dalam menjaga keamanan serta ketertiban di Kota Depok. Ia menegaskan bahwa dukungan pembangunan Mako Polres merupakan bentuk komitmen pemerintah daerah dalam memperkuat pelayanan publik.
Tidak hanya itu, Kapolres Metro Depok Kombes Abdul Waras menyampaikan, pembangunan Mako Polres Metro Depok menjadi simbol semangat baru bagi jajaran Polres Metro Depok dalam menjawab harapan masyarakat.
Dengan fasilitas yang lebih representatif, pelayanan kepada masyarakat diharapkan semakin baik, cepat, nyaman, dan profesional.
Jakarta — Polda Metro Jaya terus mendalami kasus kecelakaan beruntun kereta api yang terjadi di kawasan Bekasi Timur, Jawa Barat. Peristiwa tragis ini melibatkan taksi online, KRL, dan KA jarak jauh Argo Bromo Anggrek hingga menimbulkan korban jiwa dan luka-luka.
Kabidhumas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto menyampaikan duka cita mendalam atas peristiwa tersebut. Ia memastikan proses penyelidikan dan penyidikan tengah berjalan untuk mengungkap penyebab pasti kecelakaan.
“Pertama, kami menyampaikan belasungkawa yang mendalam kepada seluruh korban. Ini menjadi keprihatinan kita bersama. Saat ini penyidik masih mendalami rangkaian kejadian secara komprehensif,” ujar Kombes Budi dalam keterangannya.
Peristiwa bermula ketika sebuah taksi online mengalami gangguan dan berhenti di perlintasan sebidang Jalan Ampera, Bekasi Timur. Kondisi tersebut menghambat laju KRL yang melintas dan memicu kejadian awal.
Tidak lama berselang, rangkaian KRL yang sempat berhenti kemudian ditabrak dari belakang oleh KA Argo Bromo Anggrek jurusan Surabaya Pasar Turi. Benturan keras tersebut menyebabkan kerusakan parah serta menimbulkan korban jiwa dan luka-luka.
Berdasarkan data sementara hingga Rabu (29/4/2026) pukul 11.00 WIB, total korban mencapai 106 orang. Sebanyak 90 orang mengalami luka-luka, dengan 44 orang telah diperbolehkan pulang dan 46 lainnya masih menjalani perawatan. Sementara itu, jumlah korban meninggal dunia tercatat 16 orang setelah adanya penambahan satu korban dari RSUD Kota Bekasi.
“Korban meninggal dunia bertambah satu orang, sehingga total menjadi 16 orang. Kami berharap tidak ada lagi penambahan korban,” ungkapnya.
Terkait dugaan penyebab, polisi masih mendalami kemungkinan adanya faktor kelalaian manusia maupun gangguan sistem komunikasi dalam operasional perkeretaapian.
“Kami akan dalami apakah ini terkait human error atau ada kendala sistem. Semua akan ditelusuri melalui pemeriksaan saksi, barang bukti, dan hasil olah TKP,” jelasnya.
Selain itu, pemeriksaan terhadap sopir taksi online serta masinis kereta api juga dijadwalkan untuk dilakukan guna memperjelas kronologi dan tanggung jawab dalam peristiwa tersebut.
Sebagai langkah lanjutan, Polda Metro Jaya turut memberikan pendampingan medis dan psikologis kepada para korban serta keluarga terdampak. Di sisi lain, masyarakat diimbau untuk tidak menyebarluaskan konten sensitif terkait korban demi menjaga empati.
“Kami mengimbau masyarakat untuk berhati-hati saat melintas di perlintasan kereta api dan selalu mendahulukan perjalanan kereta. Selain itu, jangan menyebarkan foto atau video korban karena dapat berdampak psikologis bagi keluarga,” tutupnya.
Jakarta — Tim SAR Ditpolairud Polda Metro Jaya bersama unsur SAR gabungan berhasil menemukan korban tenggelam di aliran DAS Banjir Kanal Timur (BKT), Jakarta Utara. Korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia, Rabu (29/4/2026).
Korban diketahui berinisial N (43), warga Taruma Jaya, Kabupaten Bekasi. Ia sebelumnya dilaporkan jatuh ke aliran DAS BKT sekitar pukul 06.00 WIB.
Dirpolairud Polda Metro Jaya Kombes Pol Mustofa menjelaskan, pihaknya langsung menerjunkan personel setelah menerima laporan dari masyarakat terkait adanya orang yang jatuh dan hilang di aliran BKT.
“Setelah menerima informasi dari masyarakat, tim SAR Ditpolairud Polda Metro Jaya langsung menuju lokasi dan berkoordinasi dengan unsur SAR gabungan untuk melakukan pencarian,” ujar Kombes Mustofa dalam keterangannya.
Dalam proses pencarian, sebanyak 10 personel Ditpolairud Polda Metro Jaya diterjunkan bersama Basarnas, Damkar, BPBD, serta dibantu masyarakat setempat. Pencarian dilakukan dengan menyisir aliran sungai di sekitar lokasi kejadian. Setelag sekitar 4 jam pencarian, jenazah korban akhirnya ditemukan dan dievakuasi untuk diserahkan ke keluarga.
Kombes Pol Mustofa juga mengimbau masyarakat untuk lebih berhati-hati saat berkendara, terutama dalam kondisi lelah atau mengantuk, guna menghindari kejadian serupa.
“Kami mengimbau masyarakat agar selalu memastikan kondisi tubuh dalam keadaan prima saat berkendara. Apabila merasa lelah atau mengantuk, sebaiknya beristirahat terlebih dahulu demi keselamatan bersama,” tutupnya.
Depok – Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Asep Edi Suheri melaksanakan peletakan batu pertama (groundbreaking) pembangunan Markas Komando (Mako) Polres Metro Depok di Jalan Margonda Raya, Depok, Rabu (29/4/2026).
Kegiatan tersebut turut dihadiri Wakapolda Metro Jaya Brigjen Pol Dekananto Eko Purwono, Wali Kota Depok Supian Suri, Kapolres Metro Depok Kombes Pol Abdul Waras, para pejabat utama Polda Metro Jaya, unsur Forkopimda, tokoh agama, serta tokoh masyarakat.
Dalam sambutannya, Irjen Pol Asep Edi Suheri menegaskan bahwa pembangunan Mako Polres Metro Depok bukan sekadar pembangunan fisik, melainkan momentum untuk meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.
“Kantor kepolisian harus menjadi ruang pelayanan bagi masyarakat. Tempat yang aman untuk didatangi, membuat masyarakat merasa dihargai, serta menghadirkan Polri sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat,” ujarnya.
Kapolda juga mengingatkan seluruh jajaran Polres Metro Depok agar terus menjaga kepercayaan publik dengan bekerja secara profesional, humanis, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
“Jangan sakiti hati masyarakat dan jadilah polisi yang bermanfaat bagi masyarakat,” tegasnya.
Pembangunan Mako Polres Metro Depok ini menjadi langkah strategis dalam penguatan sarana dan prasarana kepolisian. Fasilitas baru tersebut diharapkan mampu mendukung pelayanan Polri yang lebih cepat, nyaman, dan optimal bagi warga Depok.
Sementara itu, Wali Kota Depok Supian Suri menyampaikan apresiasi kepada jajaran Polri atas pengabdian dan kolaborasi dalam menjaga keamanan serta ketertiban di wilayahnya. Ia menegaskan, dukungan pembangunan Mako Polres merupakan bentuk komitmen pemerintah daerah dalam memperkuat pelayanan publik.
Pada kesempatan yang sama, Kapolres Metro Depok Kombes Pol Abdul Waras menyampaikan bahwa pembangunan Mako Polres Metro Depok menjadi simbol semangat baru bagi seluruh personel dalam menjawab harapan masyarakat. Dengan fasilitas yang lebih representatif, pelayanan kepada masyarakat diharapkan semakin baik, cepat, nyaman, dan profesional.
Jakarta – Direktorat Reserse Narkoba Polda Metro Jaya menggagalkan peredaran narkotika jenis sabu di wilayah Jakarta Barat dengan mengamankan seorang pria berinisial MS (30) yang ditangkap oleh Tim Unit 1 Subdit 3 Ditresnarkoba di kawasan Jalan Daan Mogot, Kelurahan Wijaya Kusuma, Grogol Petamburan, pada Senin (20/4/2026) sekitar pukul 18.00 WIB.
Kanit 1 Subdit 3 Ditresnarkoba Polda Metro Jaya AKP Ari Purwanto mengatakan penangkapan berawal dari informasi masyarakat terkait adanya aktivitas mencurigakan di lokasi tersebut. Polisi kemudian melakukan pemantauan hingga mendapati MS berada di pinggir jalan.
“Pada Senin, 20 April 2026 sekitar pukul 18.00 WIB, kami mengamankan terduga pelaku berinisial MS di Jalan Daan Mogot, Kelurahan Wijaya Kusuma, Grogol Petamburan, Jakarta Barat,” kata AKP Ari Purwanto.
Dari penggeledahan di lokasi pertama, polisi menemukan sejumlah paket sabu yang dikemas dalam bungkusan hitam dengan berbagai kode, serta satu unit ponsel. Polisi lalu melakukan pengembangan ke rumah MS yang masih berada di kawasan tersebut.
Di lokasi kedua, polisi kembali menemukan sabu seberat 99,70 gram dan satu unit timbangan digital. Total sabu yang diamankan dari dua lokasi mencapai 188,91 gram.
“Barang bukti narkotika jenis sabu yang kami amankan dari TKP pertama dan TKP kedua total seberat 188,91 gram. Saat ini terhadap terduga pelaku masih kami lakukan pengembangan,” ujar Ari.
MS bersama barang bukti kini dibawa ke kantor Ditresnarkoba Polda Metro Jaya untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.
Depok – Ojek online (ojol) dan Potensi Masyarakat (Potmas) di Depok menerima bantuan sosial berupa sembako dari Polres Metro Depok dalam kegiatan Jumat Berkah Kapolres Metro Depok dengan Sabuk Kamtibmas, Jumat (24/4/2026).
Kegiatan yang berlangsung mulai pukul 15.30 WIB tersebut digelar di Gedung Zamzam Convention Hall lantai GF dan dipimpin langsung oleh Abdul Waras selaku Kapolres Metro Depok. Turut mendampingi, AKBP Joko Sambodo (Kasat Lantas), Kompol Ujang Rahmat, S (Kasat Binmas), dan Kompol Sutarno (Kasat Intelkam).
Sebanyak 75 peserta dari unsur Potmas dan komunitas ojol yang tergabung dalam Sabuk Kamtibmas hadir dalam kegiatan ini. Mereka berasal dari berbagai organisasi kemasyarakatan seperti Forkabi, FBR, Pemuda Pancasila, Banser, dan GRIB.
Dalam sambutannya, Kapolres Metro Depok menyampaikan apresiasi kepada seluruh elemen masyarakat yang telah berpartisipasi aktif dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas).
“Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh organisasi kemasyarakatan serta rekan-rekan ojek online yang tergabung dalam Sabuk Kamtibmas atas kehadiran dan partisipasinya dalam kegiatan hari ini,” ujar Abdul Waras.
Ia juga menegaskan pentingnya menjaga sinergitas antara Polri dan masyarakat guna menciptakan situasi yang aman dan kondusif di wilayah Depok.
“Kami berharap seluruh pihak terus menjaga semangat kebersamaan serta berperan aktif dalam menjaga keamanan kota, serta tidak memberi ruang bagi pihak yang mengganggu kamtibmas,” tambahnya.
Dalam kegiatan tersebut, Polres Metro Depok menyalurkan sebanyak 75 paket sembako kepada perwakilan Potmas dan ojol. Bantuan ini diharapkan dapat meringankan beban masyarakat sekaligus mempererat hubungan antara Polri dan warga.
Melalui kegiatan ini, terjalin komunikasi dan koordinasi yang baik antara Polri dan Potmas, serta meningkatnya partisipasi masyarakat dalam menjaga keamanan lingkungan. Selain itu, kegiatan Jumat Berkah ini juga dinilai efektif dalam memperkuat sinergitas serta meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap Polri.
Polres Metro Depok berharap kegiatan serupa dapat terus dilakukan secara berkelanjutan guna menjaga stabilitas kamtibmas dan mempererat hubungan harmonis antara aparat kepolisian dan masyarakat.
Depok – Polres Metro Depok kembali menggelar kegiatan sosial bertajuk Jumat Berkah Kapolres Metro Depok dengan Sabuk Kamtibmas yang dirangkaikan dengan pembagian bantuan sosial kepada Potensi Masyarakat (Potmas) dan ojek online (ojol), Jumat (24/4/2026). Kegiatan yang dimulai pukul 15.30 WIB tersebut berlangsung di Gedung Zamzam Convention Hall lantai GF dan dipimpin langsung oleh Kapolres Metro Depok, Kombes Pol Abdul Waras, S.I.K, didampingi para Pejabat Utama Polres Metro Depok, di antaranya AKBP Joko Sambodo (Kasat Lantas), Kompol Ujang Rahmat, S (Kasat Binmas), serta Kompol Sutarno (Kasat Intelkam).
Sebanyak 75 peserta dari unsur Potmas turut hadir dalam kegiatan ini, terdiri dari berbagai organisasi kemasyarakatan seperti Forkabi, FBR, Pemuda Pancasila, Banser, dan GRIB, serta perwakilan pengemudi ojek online yang tergabung dalam Sabuk Kamtibmas.
Dalam sambutannya, Kapolres Metro Depok menyampaikan apresiasi atas kehadiran dan partisipasi seluruh elemen masyarakat, termasuk ormas dan komunitas ojol, yang telah berperan aktif dalam menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas).
“Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh organisasi kemasyarakatan serta rekan-rekan ojek online yang tergabung dalam Sabuk Kamtibmas atas kehadiran dan partisipasinya dalam kegiatan ini,” ujar Kapolres.
Ia juga menekankan pentingnya menjaga semangat kebersamaan serta memperkuat sinergitas antara Polri dan masyarakat guna menciptakan situasi yang aman dan kondusif di Kota Depok.
“Kami berharap seluruh pihak terus berperan aktif dalam menjaga keamanan wilayah dan tidak memberikan ruang bagi pihak-pihak yang berupaya mengganggu situasi kamtibmas,” tambahnya. Dalam kegiatan tersebut, Polres Metro Depok juga menyalurkan bantuan sosial berupa 75 paket sembako kepada perwakilan Potmas dan ojol sebagai bentuk kepedulian serta dukungan terhadap masyarakat.
Melalui kegiatan ini, terjalin komunikasi dan koordinasi yang semakin baik antara Polri dan masyarakat. Selain itu, partisipasi aktif masyarakat dalam menjaga keamanan lingkungan juga semakin meningkat, serta bantuan sosial dapat tersalurkan kepada yang membutuhkan.
Kegiatan Jumat Berkah ini dinilai efektif dalam memperkuat hubungan harmonis antara Polri dan masyarakat. Pembagian sembako juga memberikan dampak positif serta meningkatkan kepercayaan publik terhadap Polri.
Ke depan, kegiatan serupa diharapkan dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan guna menjaga stabilitas kamtibmas dan mempererat sinergitas antara Polri dan seluruh elemen masyarakat di Kota Depok.
Bekasi – Batalyon D Pelopor Brimob Polda Metro Jaya bersama instansi terkait menggelar kegiatan Gerakan ASRI dengan membersihkan area Pasar Tegal Danas hingga sepanjang Jalan Tegal Danas, Rabu (22/4/2026). Kegiatan ini difokuskan pada pembersihan fasilitas umum, saluran air, serta lingkungan sekitar pasar guna mencegah genangan dan menciptakan kenyamanan bagi masyarakat.
Kegiatan yang dipimpin Wakil Komandan Batalyon D Pelopor ini melibatkan puluhan personel gabungan, mulai dari Intansi Terkait hingga masyarakat setempat. Pembersihan dilakukan di dalam dan luar pasar, termasuk area irigasi dan jalur menuju Jembatan Kalimalang, yang selama ini berpotensi menimbulkan sumbatan akibat sampah.
Dansat Brimob Polda Metro Jaya Kombes Pol. Henik Maryanto mengatakan, kegiatan ini merupakan bentuk kepedulian Polri terhadap lingkungan sekaligus upaya nyata menjaga kenyamanan ruang publik. Ia menegaskan bahwa kebersihan lingkungan memiliki dampak langsung terhadap kesehatan dan aktivitas ekonomi masyarakat. “Kehadiran Brimob tidak hanya dalam tugas pengamanan, tetapi juga memberikan manfaat nyata melalui aksi sosial yang dirasakan langsung oleh masyarakat,” ujarnya.
Hasil dari kegiatan tersebut terlihat dengan bersihnya saluran drainase dari sumbatan sampah, berkurangnya potensi genangan air, serta lingkungan pasar yang menjadi lebih tertata dan nyaman. Selain itu, sinergi antara aparat dan masyarakat juga semakin kuat melalui kerja sama langsung di lapangan.
Masyarakat diimbau untuk terus menjaga kebersihan lingkungan dengan tidak membuang sampah sembarangan serta berperan aktif dalam menjaga fasilitas umum. Apabila menemukan potensi gangguan kamtibmas atau kondisi darurat, masyarakat dapat segera menghubungi layanan Kepolisian 110 untuk mendapatkan penanganan cepat.