Blog

  • Polri Miliki 28 Gudang Ketahanan Pangan, Maksimalkan Hasil Panen

    JAKARTA – Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menyebut bahwa Polri bakal memiliki 28 gudang ketahanan pangan yang tersebar di beberapa titik wilayah Indonesia. Tempat penyimpanan itu bertujuan untuk memaksimalkan hasil panen.

    “Seiring dengan adanya potensi peningkatan volume hasil panen, melalui kerja sama dengan Perum Bulog, Polri telah membangun 18 gudang penyimpanan pada lahan Polri di 12 provinsi,” kata Sigit saat menyampaikan laporan di hadapan Presiden Prabowo Subianto dalam acara panen raya jagung serentak kuartal II, Groundbreaking 10 gudang ketahanan Polri serta launching operasional 166 SPPG Polri di Kabupaten Tuban, Jawa Timur, Sabtu (16/5/2026).

    Untuk hari ini, Sigit memaparkan, Presiden Prabowo Subianto juga akan melakukan groundbreaking pembangunan 10 gudang ketahanan Polri.

    “Pada hari ini akan dilaksanakan groundbreaking secara serentak pembangunan 10 gudang ketahanan pangan, sehingga total gudang ketahanan pangan Polri nantinya akan mencapai 28 unit,” ujar Sigit.

    Menurut Sigit, gudang itu berkapasitas masing-masing sebesar 1.000 ton, dan 1 unit dengan kapasitas 10.000 ton yang akan selesai pada Juni 2026.

    Sigit memastikan, pembangunan gudang tersebut diharapkan dapat meningkatkan kapasitas penyimpanan guna menjaga stabilitas pasokan bahan pangan di berbagai wilayah, tidak hanya jagung namun juga beras dan berbagai komoditas pangan lainnya.

    “Polri berkomitmen untuk terus mendukung dan mewujudkan ekosistem pertanian jagung secara menyeluruh, mulai dari hulu sampai dengan hilir, meliputi penyiapan lahan, penyediaan bibit, penanaman, perawatan, hingga memastikan penyerapan hasil panen,” tutup Sigit.

  • Polda Metro Jaya Panen Jagung Kelompok Tani Binaan di Cisauk

    Jakarta — Polda Metro Jaya mendukung pelaksanaan agenda nasional peresmian 166 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi atau SPPG Polri dan Panen Jagung Kuartal II Tahun 2026 yang digelar serentak, Sabtu (16/5/2026).

    Kegiatan yang dipimpin Presiden RI Prabowo Subianto tersebut berpusat di Kabupaten Tuban, Jawa Timur, dan diikuti jajaran kewilayahan sebagai bentuk dukungan Polri terhadap program prioritas pemerintah, khususnya ketahanan pangan dan pelayanan masyarakat.

    Kabidhumas Polda Metro Jaya Kombes Pol. Budi Hermanto mengatakan, Polda Metro Jaya turut mengambil peran melalui panen jagung di Kampung Dandang, Cisauk, Kabupaten Tangerang. Lahan seluas 1,3 hektare itu dikelola kelompok tani dengan komoditas jagung varietas NK 212 produk Syngenta.

    “Polda Metro Jaya mendukung pelaksanaan agenda Bapak Presiden Prabowo, yakni peresmian 166 SPPG Polri dan Panen Jagung Kuartal II Tahun 2026. Ini bagian dari dukungan Polri terhadap ketahanan pangan nasional,” ujar Kombes Budi Hermanto.

    Adapun area yang dipanen seluas 0,5 hektare dengan estimasi hasil sekitar 3 ton jagung pipil kering. Jagung yang ditanam merupakan varietas NK 212 produk Syngenta.

    Hasil panen jagung tersebut dapat dimanfaatkan untuk mendukung rantai pasok pangan, antara lain Bulog, peternak ayam petelur, peternak ayam potong, pabrik keripik jagung, serta pelaku UMKM olahan pangan.

    Selain itu, Polda Metro Jaya juga mendukung pembangunan Gudang Ketahanan Polri di Business Park, Jalan Raya Kalibaru, Kabupaten Tangerang. Gudang seluas 4.278 meter persegi tersebut diproyeksikan mampu menampung hingga 10.000 ton jagung, dengan progres pembangunan mencapai 95,79 persen.

    Untuk SPPG di wilayah hukum Polda Metro Jaya, tercatat 27 unit telah beroperasi, 17 unit dalam persiapan operasional, dan 22 unit masih dalam proses pembangunan. Tiga SPPG juga telah menggunakan bahan bakar CNG, yakni SPPG Sawangan, SPPG Jati Asih, dan SPPG Tajurhalang. Pada peresmian serentak ini, terdapat 14 SPPG di wilayah hukum Polda Metro Jaya yang turut diresmikan.

    Selanjutnya Kombes Budi menegaskan, Polda Metro Jaya siap bersinergi dengan pemerintah daerah, TNI, kelompok tani, pelaku usaha, Bulog, dan masyarakat untuk menjaga kesinambungan produksi serta distribusi pangan.

    “Harapannya, kegiatan ini tidak hanya menjadi momentum seremonial, tetapi memberi manfaat nyata bagi petani, masyarakat, dan penguatan ketahanan pangan di wilayah hukum Polda Metro Jaya,” pungkasnya.

  • Polri Target Bangun 1.500 SPPG di Indonesia pada Tahun 2026

    JAKARTA – Polri menargetkan membangun 1.500 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di seluruh Indonesia. Sampai saat ini, Korps Bhayangkara sudah memiliki 1.376 dapur untuk kebutuhan program makan bergizi gratis (MBG) itu.

    “Pada tahun 2026, Polri menargetkan untuk melanjutkan pembangunan hingga mencapai 1.500 SPPG di seluruh Indonesia,” kata Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo.

    Hal itu disampaikan saat menyampaikan laporan di hadapan Presiden Prabowo Subianto dalam acara panen raya jagung serentak kuartal II, Groundbreaking 10 gudang ketahanan Polri serta launching operasional 166 SPPG Polri di Kabupaten Tuban, Jawa Timur, Sabtu (16/5/2026).

    Sigit menegaskan, pembangunan SPPG tersebut dibangun untuk terus memperkuat dan mengawal tuntas program Presiden Prabowo Subianto dalam rangka memperluas jangkauan pelayanan pemenuhan gizi.

    “Sehingga dapat memberikan dampak nyata bagi peningkatan kesehatan dan kesejahteraan masyarakat,” ujar Sigit.

    Sigit menekankan, dalam memenuhi standar kelayakan dan keamanan pangan, SPPG Polri telah memiliki sejumlah sertifikat. Hal itu dipastikan untuk menjaga Food Security.

    “Sertifikat Penjamah Makanan, Sertifikat Laik Higiene Sanitasi, Sertifikat Jaminan Produk Halal, Sertifikat Uji Laboratorium Air, serta menerapkan prinsip food safety secara konsisten,” tutup Sigit.

    Sebelunnya, Sigit mengungkapkan bahwa, sampai dengan saat ini, Polri sudah memiliki 1.376 SPPG. “Di sisi lain, dalam mendukung program Makan Bergizi Gratis, sampai dengan hari ini, kami laporkan bahwa Polri telah memiliki 1.376 SPPG,” ucap Sigit.

    Menurut Sigit, ribuan SPPG tersebut terdiri dari 736 SPPG telah beroperasi, 172 persiapan operasional, dan 468 SPPG dalam tahap pembangunan.

    “Apabila seluruh SPPG tersebut telah beroperasi diproyeksikan dapat memberikan manfaat bagi 3,44 juta orang dan menyerap 68.800 tenaga kerja,” tutup Sigit.

  • Di Hadapan Prabowo, Kapolri Paparkan Hasil Panen Raya Jagung Polri Kuartal I dan II

    JAKARTA – Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo memaparkan hasil panen raya jagung Polri pada kuartal I dan II. Menurutnya, semua capaian adalah komitmen semangat untuk mewujudkan swasembada pangan nasional.

    “Pada tahun 2025, Polri berhasil merealisasikan penanaman jagung pada lahan seluas 661.112 hektar dengan hasil panen sebanyak 3,9 juta ton,” kata Sigit saat menyampaikan laporan di hadapan Presiden Prabowo Subianto dalam acara panen raya jagung serentak kuartal II, Groundbreaking 10 gudang ketahanan Polri serta launching operasional 166 SPPG Polri di Kabupaten Tuban, Jawa Timur, Sabtu (16/5/2026).

    Menurut Sigit, hasil itu turut mendukung peningkatan produksi jagung nasional tahun 2025 sebesar 6,74 persen atau 1,8
    juta ton.

    Sigit melanjutkan, guna mencapai target selanjutnya terdapat potensi lahan tahun 2026 seluas 1,37 juta hektar yang tersebar di seluruh Indonesia.

    “Adapun, pada tanggal 8 Januari 2026, kami telah melakukan Panen Raya Kuartal I pada lahan seluas 91 ribu hektar dengan hasil panen mencapai 884.129 ton,” ujar Sigit.

    Selanjutnya pada hari ini, dengan dipimpin Bapak Presiden, Sigit menyebut bakal melaksanakan panen raya jagung serentak
    Kuartal II pada lahan seluas 189.760 Hektar dengan potensi hasil panen mencapai 1,23 juta ton.

    “Sebanyak 100 ton jagung hasil panen tersebut akan diekspor ke Malaysia melalui perbatasan Jagoi Babang, Kabupaten Bengkayang, Kalimantan Barat. Adapun, koperasi membeli dari petani seharga Rp6.500/kg, dan dijual ke Malaysia dengan harga Rp7.000/kg. Dengan demikian, diperoleh margin keuntungan sebesar Rp500/kg,” papar Sigit.

    Secara khusus di Kabupaten Tuban, Sigit menjelaskan, bakal melakukan panen raya pada lahan seluas 101,5 Hektar yang merupakan lahan Perhutanan Sosial. Dimana berasal dari lahan empat Gapoktan yaitu KTH Wono Lestari, LMDH Jenggolo Manik, LMDH Wono Mulyo, dan lahan PT. Semen Indonesia.

    “Dari luas lahan tersebut, potensi hasil panen diperkirakan mencapai 609 ton, dan seluruh hasil panen akan dikirimkan ke Bulog guna mendukung penguatan cadangan pangan pemerintah, dan menjaga stabilitas pasokan,” tutup Sigit.

  • Kapolri Ungkap Polri Sudah Miliki 1.376 SPPG, Dukung Program MBG

    JAKARTA – Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo mengungkapkan bahwa, sampai dengan saat ini, Polri sudah memiliki 1.376 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Hal itu terkait dengan mendukung program Makan Bergizi Gratis (MBG) Presiden Prabowo Subianto.

    Hal tersebut disampaikan Sigit saat menyampaikan laporan di hadapan Presiden Prabowo Subianto dalam acara panen raya jagung serentak kuartal II, Groundbreaking 10 gudang ketahanan Polri serta launching operasional 166 SPPG Polri di Kabupaten Tuban, Jawa Timur, Sabtu (16/5/2026).

    “Di sisi lain, dalam mendukung program Makan Bergizi Gratis, sampai dengan hari ini, kami laporkan bahwa Polri telah memiliki 1.376 SPPG,” kata Sigit.

    Menurut Sigit, ribuan SPPG tersebut terdiri dari 736 SPPG telah beroperasi, 172 persiapan operasional, dan 468 SPPG dalam tahap pembangunan.

    “Apabila seluruh SPPG tersebut telah beroperasi diproyeksikan dapat memberikan manfaat bagi 3,44 juta orang dan menyerap 68.800 tenaga kerja,” ujar Sigit.

    Sigit menekankan, dalam memenuhi standar kelayakan dan keamanan pangan, SPPG Polri telah memiliki sejumlah sertifikat. Hal itu dipastikan untuk menjaga Food Security.

    “Sertifikat Penjamah Makanan, Sertifikat Laik Higiene Sanitasi, Sertifikat Jaminan Produk Halal, Sertifikat Uji Laboratorium Air, serta menerapkan prinsip food safety secara konsisten,” tutup Sigit.

  • Tiba di Jawa Timur, Presiden Prabowo Akan Resmikan 166 SPPG Polri, Museum Ibu Marsinah hingga Panen Raya Jagung

    JAWA TIMUR – Presiden Prabowo Subianto tiba di Pangkalan TNI AU Iswahjudi, Kabupaten Magetan, Jawa Timur, pada Sabtu, 16 Mei 2026, sekitar pukul 08.00 WIB, dalam rangka kunjungan kerja.

    Kedatangan Kepala Negara disambut langsung di antaranya oleh Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman, Bupati Magetan Nanik Endang Rusminiarti, Danlanud Iswahjudi Marsma TNI Muchtadi Anjar Legowo, serta Kapolres Magetan AKBP Raden Erik Bangun Prakasa.

    Kunjungan kerja Presiden Prabowo kali ini membawa sejumlah agenda strategis yang berfokus pada penguatan ekonomi kerakyatan, hingga ketahanan pangan.

    Dari Pangkalan TNI AU Iswahjudi, Presiden Prabowo melanjutkan perjalanan menuju Kabupaten Nganjuk dan Kabupaten Tuban untuk menghadiri sejumlah rangkaian kegiatan.

    Di Kabupaten Nganjuk, Presiden Prabowo akan meresmikan Museum Ibu Marsinah dan Rumah Singgah di Kabupaten Nganjuk.

    Kehadiran fasilitas tersebut diharapkan dapat menjadi ruang edukasi, penguatan nilai perjuangan, sekaligus bentuk perhatian pemerintah terhadap aspek sosial kemasyarakatan.

    Selain itu, Kepala Negara juga akan meresmikan operasionalisasi 166 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Polri dan menghadiri Panen Raya Jagung Serentak Kuartal II Tahun 2026 yang dipusatkan di Kabupaten Tuban, Jawa Timur.

    Agenda tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah dalam menjaga produktivitas sektor pertanian sekaligus memperkuat ketahanan pangan nasional di tengah tantangan global.

    Sebelumnya, Presiden Prabowo bersama rombongan terbatas diketahui bertolak menuju Jawa Timur dari Pangkalan TNI AU Halim Perdanakusuma, Jakarta, sekitar pukul 06.50 WIB.

    Turut mendampingi Presiden Prabowo dalam penerbangan menuju Jawa Timur diantaranya Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, Menteri Luar Negeri Sugiono, Kepala Staf Kepresidenan Dudung Abdurachman, Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya, serta Wakil Menteri Pertanian Sudaryono.

  • Presiden Prabowo Resmikan Museum Marsinah dan Rumah Singgah di Nganjuk, Simbol Penghormatan Perjuangan Buruh

    NGANJUK – Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto meresmikan Museum Marsinah dan Rumah Singgah di Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur, Sabtu (16/5/2026).

    Peresmian tersebut menjadi momentum bersejarah sebagai bentuk penghormatan terhadap perjuangan kaum buruh sekaligus mengenang sosok Marsinah yang dikenal sebagai pejuang hak-hak pekerja.

    Kegiatan tersebut dihadiri sejumlah menteri Kabinet Merah Putih, Panglima TNI, Kapolri, unsur Forkopimda Jawa Timur, Forkopimka Nganjuk, Ketua MUI, Ketua KSPSI, serta sekitar 7.000 buruh yang memadati lokasi acara.

    Dalam sambutannya, Presiden Prabowo menyebut kehadiran Museum Marsinah sebagai sebuah peristiwa yang langka dan memiliki makna besar, bahkan mungkin menjadi yang pertama di dunia sebagai museum yang secara khusus didedikasikan untuk perjuangan kaum buruh.

    “Ini saya kira peristiwa yang langka dan luar biasa. Mungkin di seluruh dunia baru sekarang ada museum buruh,” kata Presiden Prabowo.

    Menurut Presiden, museum tersebut bukan sekadar bangunan fisik, melainkan simbol dan tonggak sejarah untuk mengenang keberanian seorang pejuang perempuan muda yang memperjuangkan hak-hak kaum pekerja.

    Presiden menegaskan perjuangan Marsinah sesungguhnya menjadi lambang perjuangan seluruh masyarakat kecil dan kelompok yang selama ini berada pada posisi lemah.

    “Perjuangan tersebut adalah lambang perjuangan mereka yang berada di pihak yang lemah, orang-orang miskin, orang-orang yang tidak memiliki kekuasaan,” ujarnya.

    Presiden juga mengingatkan bahwa peristiwa tragis yang dialami Marsinah seharusnya tidak perlu terjadi apabila nilai-nilai dasar bangsa Indonesia dijalankan secara utuh.

    Menurutnya, Indonesia dibangun dengan landasan Pancasila yang menempatkan keadilan sosial dan semangat kekeluargaan sebagai fondasi utama kehidupan berbangsa.

    Presiden menekankan bahwa sila kelima Pancasila, yakni keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia, serta Pasal 33 Undang-Undang Dasar 1945 telah menegaskan bahwa bangsa Indonesia dibangun atas asas kekeluargaan.

    “Yang kaya harus menarik yang miskin, yang kuat membantu yang lemah. Buruh adalah anak bangsa, petani anak bangsa, nelayan anak bangsa, semuanya adalah anak bangsa,” tegasnya.

    Presiden juga menegaskan bahwa aparat negara, termasuk TNI dan Polri, pada hakikatnya merupakan pelayan rakyat yang diberikan amanah untuk menjaga dan mengabdi kepada masyarakat.

    Pada kesempatan itu, Presiden mengungkapkan bahwa dirinya mendapat kehormatan untuk menetapkan Marsinah sebagai pahlawan nasional setelah seluruh organisasi buruh secara bulat mengusulkan nama tersebut.

    “Saya mendapat kehormatan untuk menjadikan beliau sebagai pahlawan nasional,” ungkap Presiden.

    Menutup sambutannya, Presiden secara resmi meresmikan Museum Marsinah dan Rumah Singgah di Kabupaten Nganjuk.

    “Dengan mengucap bismillahirrahmanirrahim, pada pagi hari ini Sabtu, 16 Mei 2026, saya Prabowo Subianto Presiden Republik Indonesia dengan ini meresmikan Museum Ibu Marsinah dan Rumah Singgah di Kabupaten Nganjuk, Provinsi Jawa Timur,” ucap Presiden.

    Peresmian Museum Marsinah dan Rumah Singgah tersebut diharapkan menjadi pengingat sejarah perjuangan kaum buruh sekaligus menjadi simbol semangat keadilan sosial serta penghormatan terhadap nilai-nilai kemanusiaan di Indonesia.

  • Wadir Reskrimum Polda Metro Jaya Serahkan Referensi Hukum Terbaru kepada 17 Taruna Akpol: Perkuat Profesionalisme Generasi Mendatang

    Wadir Reskrimum Polda Metro Jaya Serahkan Referensi Hukum Terbaru kepada 17 Taruna Akpol: Perkuat Profesionalisme Generasi Mendatang

    Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Metro Jaya melaksanakan kegiatan penguatan literasi hukum terhadap para calon perwira Polri. Wakil Direktur Reserse Kriminal Umum (Wadir Reskrimum) Polda Metro Jaya, AKBP Danang Setiyo Pambudi, secara simbolis menyerahkan tiga buku referensi hukum fundamental kepada 17 Taruna Akademi Kepolisian (Akpol) yang sedang menjalankan praktik lapangan di lingkungan Polda Metro Jaya.

    Penyerahan tersebut berlangsung di Gedung Krimum Polda Metro Jaya pada Jumat (15/05/2026). Tiga kitab undang-undang yang diberikan meliputi Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) terbaru berdasarkan UU Nomor 1 Tahun 2023, Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana (KUHAP) sesuai UU Nomor 20 Tahun 2025, serta Buku Penyesuaian Pidana yang tertuang dalam UU Nomor 1 Tahun 2026.

    Langkah ini diambil sebagai bentuk pembekalan strategis agar para Taruna Akpol memiliki pemahaman yang komprehensif terhadap dinamika hukum pidana di Indonesia. Sebagai generasi penerus institusi, para Taruna diwajibkan menguasai hukum acara (prosedural) maupun asas-asas hukum yang dianut, guna memastikan setiap tindakan kepolisian di masa depan senantiasa berada dalam koridor hukum yang berlaku.

    Kabidhumas Polda Metro Jaya Kombes Pol. Budi Hermanto menyampaikan bahwa penguasaan regulasi terbaru merupakan kunci utama dalam mewujudkan personel Polri yang profesional. Menurutnya, pembaruan hukum nasional menuntut setiap anggota Polri untuk terus memperbarui pengetahuan agar tidak terjadi kesalahan prosedur dalam pelayanan masyarakat maupun penegakan hukum.

    “Kegiatan ini adalah komitmen institusi dalam menyiapkan perwira yang literat terhadap hukum. Penguasaan terhadap UU No. 1 Tahun 2023, UU No. 20 Tahun 2025, dan UU No. 1 Tahun 2026 adalah pondasi bagi Taruna agar saat bertugas nanti, mereka mampu mengimplementasikan nilai-nilai keadilan dan profesionalisme secara nyata di lapangan,” ujar Kombes Pol. Budi Hermanto dalam keterangannya, Jumat (15/05/2026).

    Melalui pemberian referensi ini, diharapkan muncul kesadaran kolektif di kalangan calon perwira bahwa penegakan hukum bukan sekadar rutinitas, melainkan proses yang harus didasari pada kepastian hukum dan perlindungan hak asasi manusia. Diskusi mendalam mengenai pasal-pasal penyesuaian juga turut mewarnai rangkaian kegiatan di Gedung Krimum tersebut.

    Polda Metro Jaya senantiasa mengimbau kepada masyarakat untuk tetap tenang dan mendukung setiap upaya penguatan kapasitas personel kepolisian. Partisipasi masyarakat dalam mentaati norma hukum yang berlaku sangat membantu terciptanya situasi Kamtibmas yang kondusif di wilayah Jakarta dan sekitarnya. Teruslah menjadi mitra Polri dalam menjaga ketertiban umum demi keamanan bersama.

  • Ditreskrimum Polda Metro Jaya Ungkap 171 Kasus Kejahatan Jalanan 3C, 103 Tersangka Diamankan

    Ditreskrimum Polda Metro Jaya Ungkap 171 Kasus Kejahatan Jalanan 3C, 103 Tersangka Diamankan

    Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Metro Jaya berhasil mengungkap serangkaian kasus tindak pidana menonjol yang meliputi Pencurian dengan Pemberatan (Curat), Pencurian dengan Kekerasan (Curas), dan Pencurian Kendaraan Bermotor (Curanmor) atau 3C. Langkah masif ini merupakan bagian dari komitmen berkelanjutan Polri dalam menjamin kondusivitas serta memberikan rasa aman bagi seluruh warga di wilayah hukum Polda Metro Jaya.

    Dalam kurun waktu operasi sepanjang periode tahun 2026, jajaran Ditreskrimum berhasil menindaklanjuti sedikitnya 171 Laporan Polisi (LP). Adapun rincian kasus yang berhasil diungkap terdiri dari 86 perkara Curat, 10 perkara Curas, dan 75 perkara Curanmor, di mana 13 di antaranya merupakan kasus yang sempat viral di media sosial dan menjadi perhatian publik. Dari serangkaian pengungkapan tersebut, petugas mengamankan 103 orang tersangka untuk menjalani proses hukum lebih lanjut.

    Selain menangkap para pelaku, penyidik menyita berbagai barang bukti yang digunakan untuk melancarkan aksi maupun hasil dari tindak kejahatan. Barang bukti yang diamankan meliputi 53 unit kendaraan roda dua, 4 unit kendaraan roda empat, 65 unit telepon genggam berbagai merek, 8 bilah senjata tajam, serta 5 pucuk senjata api beserta 27 butir peluru. Tim penyidik juga telah mengamankan sejumlah rekaman CCTV dari berbagai tempat kejadian perkara (TKP) guna memperkuat alat bukti primer.

    Kabidhumas Polda Metro Jaya Kombes Pol. Budi Hermanto menyatakan bahwa kepolisian secara konsisten melakukan penegakan hukum yang tegas selain juga mengoptimalkan fungsi preventif di lapangan. “Polda Metro Jaya terus melakukan penegakan hukum yang tegas terhadap setiap bentuk kriminalitas. Selain tindakan represif, kami aktif melakukan patroli rutin untuk pencegahan serta mempersempit ruang gerak para pelaku kejahatan agar situasi kamtibmas tetap terkendali,” ujar Kabidhumas dalam keterangannya, Rabu (15/05/2026).

    Senada dengan hal tersebut, Dirreskrimum Polda Metro Jaya menegaskan kesiapan jajarannya dalam menjaga keamanan ibu kota selama 24 jam penuh. “Kami sudah siapkan Tim Pemburu Begal yang siap beraksi 24 jam. Tim ini kami siagakan dan sebar pada titik-titik yang dinilai cukup rawan terjadi gangguan kejahatan jalanan guna memberikan perlindungan maksimal kepada masyarakat,” tegas Dirreskrimum.

    Para tersangka saat ini telah dilakukan penahanan dan akan dijerat dengan pasal-pasal dalam Kitab Undang-Undang Hukum Pidana terbaru, yakni UU Nomor 1 Tahun 2023 Pasal 477 (Curat/Curanmor) dengan ancaman maksimal 10 tahun penjara, Pasal 479 (Curas) dengan ancaman maksimal 9 tahun, serta Pasal 307 terkait kepemilikan senjata ilegal. Proses penyidikan pun akan tetap mengacu pada hukum acara dalam UU Nomor 20 Tahun 2025 serta aturan penyesuaian dalam UU Nomor 1 Tahun 2026.

    Sebagai penutup, Polda Metro Jaya mengimbau seluruh elemen masyarakat agar tidak ragu untuk segera melaporkan setiap indikasi gangguan keamanan melalui layanan Call Center 110. Kerja sama antara kepolisian dan warga adalah kunci utama dalam menciptakan lingkungan yang aman, tertib, dan harmonis

  • Jalin Keakraban dengan Warga, Satgas Ops Damai Cartenz Gelar Patroli Dialogis di Serambakon

    Jalin Keakraban dengan Warga, Satgas Ops Damai Cartenz Gelar Patroli Dialogis di Serambakon

    Pegunungan Bintang – Personel gabungan Satgas Operasi Damai Cartenz melaksanakan patroli gabungan dengan pendekatan humanis di Kampung Modusit, Distrik Serambakon, Kabupaten Pegunungan Bintang, Kamis (14/5/2026). Kegiatan tersebut difokuskan pada patroli dialogis, pelayanan kesehatan, serta pembagian pakaian kepada masyarakat setempat sebagai bentuk kepedulian aparat terhadap warga di wilayah pedalaman.

    Kegiatan yang dipimpin IPTU Budi Utomo selaku Dansektor Pegunungan Bintang itu melibatkan 15 personel gabungan yang bergerak bersama menuju Kampung Modusit untuk menyapa dan menjalin kedekatan dengan masyarakat. Kehadiran aparat di tengah warga menjadi wujud nyata komitmen Satgas Operasi Damai Cartenz dalam membangun hubungan yang harmonis dan penuh kekeluargaan dengan masyarakat Papua.

    Setibanya di lokasi, personel gabungan melaksanakan patroli dialogis dengan menyambangi masyarakat secara langsung guna membangun komunikasi yang baik dan mempererat silaturahmi. Dalam kegiatan tersebut, aparat juga memberikan pelayanan kesehatan kepada warga yang membutuhkan serta membagikan pakaian kepada masyarakat sebagai bentuk perhatian dan kepedulian sosial.

    Kehadiran aparat disambut positif oleh masyarakat setempat. Suasana penuh keakraban terlihat saat personel berinteraksi dengan warga, mendengarkan aspirasi masyarakat, serta memberikan imbauan kamtibmas secara humanis. Pendekatan tersebut menjadi bagian dari upaya membangun kepercayaan dan menciptakan rasa aman di tengah masyarakat.

    Selain melaksanakan kegiatan sosial, personel gabungan juga melakukan pemantauan situasi keamanan di wilayah Distrik Serambakon guna mengantisipasi potensi gangguan kamtibmas. Hingga patroli berakhir, personel tidak menemukan adanya aktivitas mencurigakan yang dapat mengganggu stabilitas keamanan wilayah.

    Dari hasil patroli dan pemantauan yang dilakukan, situasi kamtibmas di wilayah Kota Oksibil dan Distrik Serambakon terpantau dalam keadaan aman dan kondusif. Aktivitas masyarakat berjalan normal serta tidak ditemukan adanya gangguan menonjol yang berpotensi mengganggu stabilitas keamanan di wilayah tersebut.

    Kepala Operasi Damai Cartenz 2026, Irjen Pol. Dr. Faizal Ramadhani, S.Sos., S.I.K., M.H., menegaskan bahwa pendekatan humanis akan terus menjadi prioritas dalam pelaksanaan tugas di Papua. Menurutnya, kehadiran aparat di tengah masyarakat tidak hanya untuk menjaga stabilitas keamanan, tetapi juga membangun kedekatan emosional serta memberikan rasa aman bagi warga.

    “Melalui patroli dialogis dan kegiatan sosial seperti pelayanan kesehatan maupun pembagian bantuan kepada masyarakat, kami ingin menunjukkan bahwa kehadiran aparat juga sebagai sahabat dan mitra masyarakat dalam menjaga kedamaian di Papua,” ujar Irjen Pol. Dr. Faizal Ramadhani.

    Sementara itu, Wakil Kepala Operasi Damai Cartenz 2026, Kombes Pol. Adarma Sinaga, S.I.K., M.Hum., menambahkan bahwa patroli dialogis dan kegiatan sosial merupakan langkah strategis dalam memperkuat komunikasi antara aparat dengan masyarakat di wilayah Papua Pegunungan.

    “Pendekatan humanis melalui patroli dialogis menjadi bagian penting dalam menciptakan situasi kamtibmas yang aman dan kondusif. Dengan terjalinnya komunikasi yang baik, masyarakat dapat merasakan langsung kehadiran aparat sebagai pelindung sekaligus mitra dalam menjaga kedamaian di Papua,” ungkap Kombes Pol. Adarma Sinaga.

    Melalui kegiatan tersebut, Satgas Operasi Damai Cartenz terus menegaskan komitmennya untuk mengedepankan pendekatan persuasif dan humanis dalam menjaga stabilitas keamanan di Papua, sekaligus hadir membantu masyarakat melalui pelayanan sosial dan kegiatan kemasyarakatan secara langsung di lapangan.